Hari ini tepatnya hari Kamis, merupakan hari terakhir dilaksanakan Ujian
Nasional bagi kelas XII tingkat SMA/SMK se-derajat diseluruh Indonesia.
Khususnya di SMAN 1 Teluk Kuantan semua warga kelas XII menjalani Ujian
Nasional dengan tenang,lancar dan tekendali ,selama 4 hari yang dimulai tanggal
18 April hingga 21 April 2011.
Peraturan yang tiap tahun diperbaharui sedikit membuat pusing peserta ujian,
namun pada tahun ini standar
Hari ini senin (18/4) secara serentak diseluruh Indonesia ujian
nasional tingkat SMA/MA/SMK digelar, di Teluk Kuantan khususnya Kabupaten Kuantan Singingi semua
persiapan telah dimatangkan oleh setiap sekolah untuk melaksanakan program
tahunan tersebut.
Menurut Kepala Sekolah SMAN 1 Teluk Kuantan, Ergusneti,S.Pd
pihaknya telah siap melaksanakan UN tersebut, hal ini dikatakan disela-sela
rapat koordinasi antara pihak sekolah dan

The schools have also received assurance and changes in the implementation of the national exams of the school year 2010/2011. In fact, socialization is needed to further establish the school in preparing teachers and students for national exams.
Ergusneti, Head of SMAN 1 Teluk Kuantan, Tuesday (4 / 1), said the teacher had only keep track of changes in the implementation of national examinations (UN) through the mass media, but official information is delivered to students are still awaiting the official announcement from the local education local.
Rumus Kelulusan
Menurut BNSP bahwa penilaian kelulusan antara UN dan hasil belajar di sekolah tidak lagi saling memveto, namun bisa saling membantu. Untuk itu, penilaian UN digabung dengan nilai dari sekolah.
Kelulusan siswa dari sekolah dengan melihat nilai gabungan rencananya dipatok minimal 5,5. Nilai gabungan merupakan perpaduan nilai UN dan nilai sekolah untuk setiap mata pelajaran UN.
Berbagai polemik yang berkepanjangan mengenai Ujian Nasional di Indonesia tampak baik bagi demokrasi di negeri ini. Tapi satu hal yang jangan terlupa bahwa siswa peserta UN jangan sampai dibuat ragu atau takut tentang kepastian Ujian Nasional sebagai sarana untuk mengukur
Pelaksanaan ujian nasional beberapa tahun terakhir terus mengundang pro dan kontra. Formula UN selama ini dianggap tidak adil untuk siswa karena kelulusan siswa hanya dinilai dari aspek akademis, padahal banyak siswa yang mempunyai potensi dan bakat beragam. Akibatnya, siswa yang lemah dibidang akademis tapi memiliki keunggulan di bidang lain terhambat melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya karena gagal dalam UN.
Pelaksanaan ujian nasional beberapa tahun terakhir terus mengundang pro dan kontra. Formula UN selama ini dianggap tidak adil untuk siswa karena kelulusan siswa hanya dinilai dari aspek akademis, padahal banyak siswa yang mempunyai potensi dan bakat beragam. Akibatnya, siswa yang lemah dibidang akademis tapi memiliki keunggulan di bidang lain terhambat melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya karena gagal dalam UN.